Catatan Bantenia

Selasa, 20 Maret 2018

Bermedsos Sambil Cinta Pancasila ala Blogger Banten (Bagian Kesatu)

Oleh Fetty Fatihatun Najihah

Hari ini (20/03/2018) saya izin tidak masuk kerja untuk mengikuti kegiatan “Flash Blogging” di Hotel Le Dian bersama teman-teman Blogger Banten. (Dari awal saya semangat ingin ikut acara yang mempersatukan para blogger di Banten ini, bahkan rencananya jika atasan saya tidak mengizinkan, saya rela “bolos” loh! Hihi). FYI, ini adalah event kedua yang saya ikuti setelah pertemuan “Netizen Blogger” Dinas Kominfo di KP3B setahun lalu. Dirjen Kemkominfo @rniken bahkan dijadwalkan hadir, namun sayangnya berhalangan.


Kegiatan yang kece ini diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Pemerintahan Provinsi Banten. Uniknya tema yang diusung bukan literasi digital, menangkal hoax atau lainnya tapi “Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Bermedia Sosial”. Tema ini tentu membuat saya bertanya-tanya dan mengingat kembali Pancasila yang hanya saya baca saat upacara. 

“Sila keempat dari Pancasila apa mas?” tanya pembawa acara secara spontan kepada salah satu peserta yang sedang duduk pada "ice breaking" sebelum acara dibuka secara resmi.
“Ngg.. sebentar saya minum dulu,” jawabnya sambil diiringi tawa peserta lainnya.
Sambil menguping pembicaraan tersebut, saya sekaligus berpikir dalam hati saya dan meresonasi lima sila, kali aja habis ini saya yang ditanya. Untungnya acara segera dimulai.

Selesai pembukaan dan sambutan-sambutan, materi pertama disampaikan oleh Indriyatno Banyumurti bagaimana membuat blog yang bagus. Intinya, blog yang bagus bukan hanya blog yang tampilannya enak dipandang dan jika dibuka lewat handphone nyaman, tapi blog yang isinya unik dan menginspirasi pembaca. Untuk itu lelaki yang memiliki blog khusus kuliner itu mengatakan, kuncinya adalah menulislah dengan konsisten, konsistensi itu akan mengasah keunikan/kekhasan kita dan menjadi "personal branding" yang membuat kita unik dari yang lain. Kemudian, tulislah hal-hal yang sedang trending dengan gaya sendiri. 



Pemateri kedua, disampaikan oleh Diasma Sandi Swandaru, S.Sos, M.H.,  atau yang akrab dipanggil Dias. Saya pikir Dias adalah Mahasiwa yang berjiwa pancasila. Namun ternyata, dia adalah 
Tenaga Ahli Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Pemateri ini paling menarik perhatian saya, bukan hanya gaya bicaranya yang khas seperti Soekarno, tapi penampilannya dari ujung rambut dan ujung kaki, Pancasila banget! Tidak banyak yang menyangka jika pemuda ini lulusan UGM yang sudah malang melintang selama sepuluh tahun untuk membuat masyarakat mulai dari anak-anak hingga pemuda dan orangtua mencintai Pancasila dan menghidupkan "ruh" Pancasila di dalam kehidupannya.

Dalam salah satu kesempatan, saya bertanya pada Dias bagaimana caranya menghidupkan kembali Pancasila? Dias mengatakan, bahwa baginya Pancasila adalah dirinya sendiri. Hal itu sudah terbenam sehingga jika ia tidak memakai baju garuda, ia ditegur oleh anak atau tetangganya. "Koq nggak pakai baju garuda?". Dengan itu, Dias mengatakan, caranya berpenampilan, berbicara soal Pancasila dan menulis tentang Pancasila di Media Sosial sudah menghidupkan Pancasila tanpa harus ia berdakwah di atas mimbar. Makanya ia berpesan kepada peserta agar tidak lupa menyisipkan nilai-nilai pancasila dalam tulisan di media sosial dan jangan individualis, yang nanti hanya akan memecah belah persatuan bangsa.

Sebenarnya acara ini masih banyak lagi sesinya, tapi saya akhiri dulu sampai disini, nanti kita sambung lagi ya..

Ah.. sudah lama saya memimpikan kegiatan seperti ini ada di Banten sebab meski para blogger dan vlogger dari Banten jumlahnya cukup banyak, namun pemerintah belum memberikan wadah dan perhatian, padahal hal ini penting sebab promosi di dunia media sosial saat ini penting bagi pemerintah karena informasi bisa lebih cepat sampai kepada masyarakat. Alhamdulillah, saat ini Kominfo dan Pemprov Banten cepat tanggap dan membuat event-event seperti ini. Saya sukaa!


Oh iya, tentang si mas-mas yang ditanya sila keempat pancasila Meski pada akhirnya si mas-mas itu berhasil menjawab dengan benar, namun seluruh peserta (termasuk saya) jadi sadar bahwa meski cinta tanah air, hafal pancasila sejak Sekolah Dasar, tapi jika ditanya secara tiba-tiba, kita belum tentu “benar-benar” bisa membuktikan kecintaan kita kepada negeri ini, meski dengan cara paling sederhana sekalipun. Cara sederhana itu misalnya sebagai blogger/pengguna media sosial : tidak gampang termakan berita hoax, memerangi berita bohong yang bisa memecah belah persatuan bangsa dan menyisipkan nilai-nilai pancasila pada status kita sehari-hari.

6 komentar

23 Maret 2018 01.33 Delete comments

Kegiatan yang keren dan positif ya MBak...
Penting banget menghidupkan pancasila dalam diri di era digital

Reply
avatar
24 Maret 2018 22.05 Delete comments

Waah .... rela izin bolos demia blogging... terbaaikk

Reply
avatar
25 Maret 2018 23.30 Delete comments

Bosku di kantor jg dah kusounding kalau aku blogger (meski masih ala-ala).. beliau pun sangat apreciate.. ni rencana mau ngetrip acara blogger trus izin sehari diizinin deh.. pas dinas luar kota sering diajak karena dia bilang "kamu kan blogger bisa dapat banyak bahan tulisan"

Reply
avatar
25 Maret 2018 23.31 Delete comments

Oh iya kelewat... makasih mba infonya.. memang hrs ditanamkan nilai2 pancasila

Reply
avatar
25 Maret 2018 23.31 Delete comments

Oh iya kelewat... makasih mba infonya.. memang hrs ditanamkan nilai2 pancasila

Reply
avatar
25 Maret 2018 23.31 Delete comments

Bosku di kantor jg dah kusounding kalau aku blogger (meski masih ala-ala).. beliau pun sangat apreciate.. ni rencana mau ngetrip acara blogger trus izin sehari diizinin deh.. pas dinas luar kota sering diajak karena dia bilang "kamu kan blogger bisa dapat banyak bahan tulisan"

Reply
avatar

Terimakasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan komentar
EmoticonEmoticon