Jumat, 18 Mei 2018

[Throwback] Bayar Operasi Mata Pakai Do’a di RS. Achmad Wardi


dok. Islampos

Masih segar dalam ingatan saya, saat diundang #DompetDhuafa sebagai salah satu blogger banten dalam acara grand launching #RS.Achmad Wardi yang terletak di Jl. Raya Taktakan KM. 1 Kelurahan Lontar Baru, Kota Serang pada Sabtu 21 April 2018 lalu. Ada rasa haru sekaligus bangga, bahwa rumah sakit khusus mata pertama di dunia berbasis wakaf produktif itu berada di Kota Serang, kota tempat saya tumbuh, tinggal dan menuntut ilmu. Pada event itu saya bertemu guru saya, Teh Ina Inong dan Sobat saya yang ternyata bekerja di Dompet Dhuafa, Setawan Chogah. 

dok. pribadi


Kembali ke soal rumah sakit.

Lah, kenapa namanya Achmad Wardi? bukannya Dompet Dhuafa atau Badan Wakaf Indonesia? Ternyata, Rumah Sakit Khusus Mata ini berdiri di atas tanah wakaf milik keluarga bapak Achmad Wardi sehingga diberi nama Rumah Sakit (RS) Mata Achmad Wardi. Sungguh mulianya bapak ini, pelan-pelan saya melafalkan do’a agar kelak saya dapat mengikuti jejak beliau, mewakafkan tanah untuk hal yang produktif.

Peresmian yang bertepatan dengan hari kartini tersebut dihadiri oleh Inisator, Pendiri, dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Bapak Parni Hadi, Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Bapak Ismail A. Said, Direktur Utama KMU, dr Uyik Unari SpM, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, drg Sigit Wardoyo, Wakil Ketua Umum Badan Wakaf Indonesia Dr. Yuli Yasin, dan President Ramon Magsaysay Award Carmecita Abella.

dok. Dompet Dhuafa

Selain pelaksanaan peresmian Rumah Sakit, di kesempatan ini juga dilaksanakan pemeriksaan mata gratis serta operasi katarak gratis untuk 50 penerima manfaat (dhuafa) yang didominasi oleh kaum wanita dan lansia.

Usai shalat dzuhur, saya bersama teman-teman blogger dan pers berkumpul di ruang press conference, hadir drg. Imam Rulyawan, MARS, Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, dr. Uyik Unari SpM, sebagai Direktur Utama Klinik Mata Utama (KMU) dan Bapak Ilham dari Badan Wakaf Indonesia.

drg. Imam mengatakan, hadirnya RS Mata Achmad Wardi di Serang, merupakan bagian dari tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya nazir BWI dan Dompet Dhuafa bekerja sama di bidang rumah sakit.

“Ini menjadi momentum pengelolaan wakaf produktif di Indonesia yang memastikan amanah agar aset wakaf tersebut memberikan pahala sepanjang masa bagi orang yang berwakaf (muwakif),” kata Imam saat press conference.

Kenapa rumah sakit khusus mata?
Berdasarkan Data Profil Kesehatan Pemerintah Daerah Banten hingga tahun 2016, dari sembilan rumah sakit yang tersebar di 4 kecamatan Kota Serang belum satu pun ada rumah sakit khusus mata. Padahal sekitar 1,5 persen dari dua juta penduduk Indonesia menderita katarak dan setiap tahunnya dan sebanyak 240 ribu orang terancam mengalami kebutaan. Demikian hasil survei kebutaan menggunakan metode Rapid Assesment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2013-2014.

RS Mata Achmad Wardi sendiri ditargetkan pada tahun 2018 dapat melayani 1.000 pasien mata, hingga 21 April 2018, RS. Achmad Wardi baru menangani 175 pasien penerima manfaat untuk jatah operasi katarak.
 
dok. Dompet Dhuafa

Dalam melayani pasien, RS Mata Achmad Wardi bekerja sama dengan Klinik Mata Utama (KMU) menggunakan teknik operasi tanpa jahit dan alat-alat medis terkini, dengan layanan unggulan ‘Vitreoretina” dan “ Cataract Centre”. Meski khusus melayani pasien mata, RS Mata Achmad Wardi juga membuka Unit Gawat Darurat untuk pelayanan kesehatan umum. Klinik Mata Utama (KMU) sendiri berdiri tahun 2010 di Gresik, Jawa Timur. Saat ini, 8 tahun setelah berdiri, telah berkembang di 10 lokasi.  

“KMU memiliki tiga prinsip layanan, yakni professional, educational, dan social, atau yang disingkat ProEduSocio. Oleh karena itu kami bergerak untuk bekerja sama dengan DD dan BWI di rumah sakit ini,” ujar dr. Uyik Unari SpM, sebagai Direktur Utama KMU.

“Harapannya, Dompet Dhuafa, BWI, dan KMU dapat menciptakan sinergitas yang positif bagi masyarakat di wilayah Serang maupun Provinsi Banten, memangkas kebutaan akibat katarak dan penyakit mata lainnya terutama dari kalangan masyarakat lapisan bawah. Sehingga kesehatan dan kesejahteraan mempunyai hak yang sama sebagai warga Indonesia yang sudah tertuang dalam Pancasila,” tambah Imam.


Jadi, bagi wong Banten, jangan ragu untuk datang ke RS. Mata Achmad Wardi! karena biayanya GRATIS bagi masyarakat yang tidak mampu dan bisa memakai BPJS bagi masyarakat umum. Mengutip kata-kata Pak Ilham, “Cukup bayar dengan do’a.” (Fey Chandra)